::: Simak berbagai info PK IPNU-IPPNU UIN Maliki melalui media sosial Facebook (pkpt ipnu ippnu uin malang), Instagram (@ipnuippnu_uin) :::: untuk mekanisme pengiriman berita ataupun artikel, akan diumumkan secepatnya"
Selamat Datang di Portal PK IPNU IPPNU UIN Malang
Belajar, Berjuang, Bertaqwa
Karena IPNU-IPPNU, maka aku ada
Pengukuhan Forum Koordinasi IPNU UIN Malang
Pengukuhan Forum Koordinasi IPPNU UIN Malang
Pimpinan Pusat IPNU Luncurkan Logo Harlah Ke-63

PK IPNU-IPPNU UIN Malang Hadirkan Ruang Belajar Inklusif dalam Kuliah Kaderisasi Vol. 1

 

        

        Dalam upaya menumbuhkan kembali semangat kader muda yang baru bergabung, Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU UIN Malang menggelar Kuliah Kaderisasi Volume 1 sebagai ruang belajar yang hangat, reflektif, dan penguatan nilai. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Ulul Albab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan diikuti oleh 165 anggota baru. Forum semi-formal ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan struktur dan dinamika organisasi, tetapi juga mengajak para peserta menautkan nilai, pengalaman, serta harapan mereka sebagai generasi penerus IPNU-IPPNU. Bagi para peserta MAKESTA, kegiatan ini tak hanya sekadar pemenuhan Rencana Tindak Lanjut (RTL); mereka dipandu untuk memahami jati diri organisasi secara lebih hidup dan membumi.

Dengan mengangkat tema “Mahasiswa Aswaja Inklusif dalam Pikiran dan Teguh Prinsip”, suasana kegiatan dirancang untuk mengajak peserta mendengar, berdiskusi, sekaligus merefleksikan realitas sosial yang mereka jumpai sebagai mahasiswa dan kader muda. Interaksi yang cair dan dialogis membuat Kuliah Kaderisasi Vol. 1 jauh dari kesan formalitas program kerja yang kerap melekat pada forum organisasi.

Ketua PK IPPNU UIN Malang, Rekanita Ajilni Diini, dalam sambutannya menegaskan bahwa berorganisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. “Setiap kegiatan adalah upaya menjalankan tiga ranah organisasi yang sejalan dengan Tri Dharma perguruan tinggi,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ranah sosio-kultural, sosio-kemasyarakatan, dan sosio-intelektual.

Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Kuliah Kaderisasi menekankan bahwa forum ini merupakan momentum bagi peserta untuk kembali mengenal ruh IPNU-IPPNU—tentang siapa mereka, apa tujuan gerakan, serta nilai apa yang mesti dijaga selama perjalanan mereka sebagai kader.

Materi inti disampaikan oleh Yoga Klody Arianto, S.Pd., yang sukses membangun suasana ruang menjadi lebih hidup, interaktif, dan reflektif. Ia mengingatkan bahwa organisasi adalah ruang pengembangan intelektual dan emosional, bukan sekadar tempat berkegiatan. “IPNU-IPPNU basisnya masyarakat, bukan partai politik,” tegasnya. Ia juga menyinggung tantangan pendidikan Indonesia yang membutuhkan kepekaan serta kontribusi aktif dari generasi muda.

Dalam pemaparannya, Rekan Yoga memperkenalkan konsep ‘tiga empati’:

  1. Empati masa lalu, untuk menghargai nilai perjuangan pendahulu,
  2. Empati masa kini, untuk memahami tanggung jawab kader hari ini,
  3. Empati masa depan, untuk memikirkan keberlanjutan kaderisasi bagi generasi selanjutnya.

        Sebagai penutup, pemateri menyampaikan kalimat yang menjadi refleksi bersama:
Jadilah indah yang massal, jangan menjadi indah yang tunggal. Karena menjadi indah tapi tunggal adalah wajah keegoisan.” Kader IPNU-IPPNU dibentuk agar tumbuh bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk bersama, dalam gerakan yang inklusif, teguh prinsip, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " PK IPNU-IPPNU UIN Malang Hadirkan Ruang Belajar Inklusif dalam Kuliah Kaderisasi Vol. 1 "

Posting Komentar