::: Simak berbagai info PK IPNU-IPPNU UIN Maliki melalui media sosial Facebook (pkpt ipnu ippnu uin malang), Instagram (@ipnuippnu_uin) :::: untuk mekanisme pengiriman berita ataupun artikel, akan diumumkan secepatnya"
Selamat Datang di Portal PK IPNU IPPNU UIN Malang
Belajar, Berjuang, Bertaqwa
Karena IPNU-IPPNU, maka aku ada
Pengukuhan Forum Koordinasi IPNU UIN Malang
Pengukuhan Forum Koordinasi IPPNU UIN Malang
Pimpinan Pusat IPNU Luncurkan Logo Harlah Ke-63

Tergenang Tapi Tak Goyah: Solidaritas Warnai MAKESTA FK K.H. Wahab Chasbullah

 

    


    Malang — Hujan deras yang turun mendadak mengubah suasana perayaan menjadi ketegangan. Air yang merendam lokasi tak menyurutkan langkah para peserta MAKESTA Forum Koordinasi Pelajar NU K.H. Wahab Chasbullah di SMK EL HAYAT, Kedungkandang, Minggu (02/11/2025). Di tengah genangan yang semakin meninggi, para peserta tetap melanjutkan prosesi. Acara yang dihadiri 43 peserta dan 46 panitia ini semula berlangsung seperti biasa. Namun sesaat setelah rangkaian pembaiatan usai, hujan turun tanpa jeda, disusul angin kencang yang membuat situasi berubah cepat. Lokasi kegiatan perlahan menjelma menjadi lautan kecil, memaksa peserta dan panitia bergerak cepat mengevakuasi perlengkapan. Tawa dan gurauan justru lebih sering terdengar dibanding keluh, seolah menepis suasana cemas yang muncul.

    Di tengah kekalutan, para peserta dan pengurus menyatu dalam satu gerak: saling membantu. Nilai solidaritas yang selama ini ditanamkan organisasi tampak nyata saat mereka membersihkan genangan, memindahkan barang, hingga memastikan semua peserta tetap aman. Batas antara panitia dan peserta seakan melebur oleh kesigapan dan kekompakan yang muncul spontan. Rekan Muhammad Zidan Adin Mafaiz, Waka II Kaderisasi dan Pengembangan Minat Bakat, menjadi saksi awal datangnya banjir. “Awalnya saya sedang membersihkan sisi dalam gedung yang rembes terkena air hujan. Kemudian saya melihat dari depan gedung ada aliran air berwarna coklat perlahan memasuki area lobby. Seketika saya berlari menghampiri panitia yang berada di forum,” tuturnya. Air cepat memenuhi seluruh lantai satu, memaksa forum penutupan dipindah ke lantai dua. Meski sempat kaget, Zidan mengaku justru bangga melihat panitia yang sebelumnya kelelahan kembali bersemangat saat bekerja sama membersihkan genangan.

    Ketua Angkatan 2025 terpilih, Rekanita Dewi Syariefah Abqary, memiliki kesan serupa. “Awalnya sempat panik, tapi berkat sigapnya para panitia rekan dan rekanita yang langsung mengamankan kami, suasana tetap terkendali. Tingkah lucu dan seru dari beberapa panitia bikin suasana makin hidup. Menurut saya, penutupan MAKESTA 2025 benar-benar berkesan, penuh keseruan, tawa, dan syukur karena semuanya berakhir dengan selamat,” ujarnya. Derai hujan bercampur teriakan dan langkah cepat panitia yang berusaha menahan luapan air dari berbagai sudut ruangan. Baju yang lepek, udara dingin, dan ruang yang tergenang justru menjadi momen tak terlupakan bagi mereka yang terlibat. Ketika hujan mulai reda dan pemilihan Ketua Angkatan 2025 selesai, genangan perlahan surut. Para peserta pun dilepas pulang dengan arak-arakan sederhana yang penuh senyum lega.

    Rekanita Siti Nabila, Waka II Kaderisasi dan Pengembangan Bakat Minat, merangkum suasana hari itu dengan singkat namun penuh makna: “Hujan boleh mengguyur, angin boleh menerpa, bahkan banjir sempat datang. Tapi semangat kami tak ikut hanyut. MAKESTA 2025 bukan sekadar kegiatan, melainkan cerita tentang bertahan, belajar, dan tumbuh bersama.”

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Tergenang Tapi Tak Goyah: Solidaritas Warnai MAKESTA FK K.H. Wahab Chasbullah "

Posting Komentar