::: Simak berbagai info PK IPNU-IPPNU UIN Maliki melalui media sosial Facebook (pkpt ipnu ippnu uin malang), Instagram (@ipnuippnu_uin) :::: untuk mekanisme pengiriman berita ataupun artikel, akan diumumkan secepatnya"
Selamat Datang di Portal PK IPNU IPPNU UIN Malang
Belajar, Berjuang, Bertaqwa
Karena IPNU-IPPNU, maka aku ada
Pengukuhan Forum Koordinasi IPNU UIN Malang
Pengukuhan Forum Koordinasi IPPNU UIN Malang
Pimpinan Pusat IPNU Luncurkan Logo Harlah Ke-63

Aku Hanya Sibuk, atau Benar-Benar Bertumbuh di Sini?

jjjjj
Para Pelajar sedang berdiskusi
(Sumber: Dokumentasi Musyta)

Ada fase dalam hidup ketika hari-hari terasa begitu penuh. Pagi berganti siang, siang berganti malam, dan tanpa terasa satu minggu telah berlalu. Ada rapat yang harus dihadiri, tugas yang harus diselesaikan, kegiatan yang harus dijalankan, pesan yang harus dibalas, dan tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. Kita begitu sibuk menjalani semuanya sampai lupa berhenti sejenak untuk bertanya: sebenarnya, aku sedang bertumbuh, atau hanya sedang sibuk? 


Sebab, sibuk dan bertumbuh tidak selalu berjalan beriringan. Seseorang bisa memiliki jadwal yang padat, tetapi pulang tanpa membawa perubahan apa pun. Sebaliknya, seseorang mungkin tidak selalu terlihat sibuk, tetapi diam-diam sedang belajar menerima kritik, mendengarkan, mengendalikan ego, bertanggung jawab, dan bangkit dari kesalahan. Kesibukan memenuhi waktu, tetapi pertumbuhan seharusnya mengubah diri.


Pertumbuhan pun tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dilihat. Tidak semua proses memiliki dokumentasi, tidak semua keberanian memiliki foto, dan tidak semua perubahan perlu diumumkan. Ada kemampuan yang terbentuk setelah berkali-kali melakukan kesalahan, ada keberanian yang tumbuh setelah berulang kali memaksa diri untuk mencoba, dan ada pula kedewasaan yang lahir dari pengalaman memegang amanah serta menghadapi perbedaan. Sering kali kita baru menyadari bahwa diri kita telah berubah ketika menoleh ke belakang: hal yang dulu membuat takut kini mulai bisa dihadapi, dan sesuatu yang dahulu terasa sulit perlahan menjadi biasa. Bukan karena kita tiba-tiba menjadi hebat, melainkan karena kita memilih untuk terus berproses.


Tidak semua orang memulai dengan kemampuan yang lengkap. Ada yang belum percaya diri berbicara di depan banyak orang, belum tahu bagaimana memimpin, mengatur kegiatan, menyampaikan pendapat, atau bekerja dengan orang yang memiliki perbedaan karakter. Ada pula yang merasa, “Aku kayaknya tidak bisa.” 


Namun, bukankah memang tidak ada yang langsung bisa? 


Kita sering mengira kemampuan adalah syarat untuk memulai, padahal dalam banyak hal, kemampuan justru lahir karena seseorang berani memulai. Orang yang hari ini mampu memimpin mungkin pernah kebingungan ketika pertama kali diberi amanah. Orang yang hari ini percaya diri mungkin pernah gemetar ketika harus berbicara. Yang penting bukan selalu siapa yang sejak awal paling mampu, tetapi siapa yang bersedia terus belajar setelah menyadari bahwa dirinya belum mampu.


Di sinilah organisasi seperti IPNU-IPPNU dapat menjadi salah satu ruang untuk bertumbuh. Bukan karena organisasi secara otomatis membuat seseorang menjadi hebat, tetapi karena di dalamnya ada ruang untuk mencoba, dipercaya, belajar, gagal, memperbaiki diri, dan mencoba lagi. Melalui Organisasi, kita belajar bahwa memimpin bukan hanya soal mengarahkan, tetapi juga mendengarkan, bekerja dalam tim bukan sekadar membagi tugas, tetapi memahami perbedaan, dan menjalankan amanah bukan hanya tentang menyelesaikan agenda, tetapi juga bertanggung jawab terhadap prosesnya.

Nmun, ruang yang sama tidak selalu menghasilkan pertumbuhan yang sama, Sebab yang menentukan bukan sekadar berapa banyak kegiatan yang kita ikuti, melainkan seberapa sungguh-sungguh kita memaknai dan mengolah setiap proses yang dijalani.


Karena itu, jangan terlalu cepat membandingkan halaman awal perjalanan kita dengan halaman tengah perjalanan orang lain. Lama berada dalam sebuah organisasi bukan satu-satunya ukuran pertumbuhan. Ada yang baru memulai, tetapi sungguh-sungguh belajar, ada yang sudah lama berada di dalamnya, tetapi masih terus menemukan arah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membawa setiap kesempatan menjadi bagian dari proses memperbaiki diri. Mungkin hari ini kita belum pandai memimpin, tetapi sudah berani mengambil tanggung jawab. Mungkin belum pandai berbicara, tetapi sudah berani menyampaikan pendapat. Mungkin masih sering salah, tetapi sudah mau mengakui dan memperbaikinya. Bukankah itu juga bentuk pertumbuhan?


Pada akhirnya, organisasi bukan sekadar tentang seberapa banyak agenda yang kita jalankan, seberapa sering nama kita tercantum dalam kepanitiaan, atau seberapa tinggi posisi yang pernah kita duduki. Semua itu pada akhirnya akan berlalu. Yang lebih lama tinggal adalah apa yang berubah dalam diri kita setelah melewati semuanya. 


Maka, sesekali berhentilah dari kesibukan dan tanyakan kepada diri sendiri: setelah semua yang kulalui, menjadi siapa aku? 


Kita tidak harus menunggu menjadi hebat untuk memulai, juga tidak harus tahu akan menjadi siapa di akhir perjalanan. Cukup pastikan bahwa setiap langkah meninggalkan sesuatu dalam diri kita sedikit lebih berani, lebih dewasa, lebih mampu, dan lebih siap menghadapi kehidupan. 

Sebab pada akhirnya, kita tidak hanya sedang mengisi kesibukan. Kita sedang membentuk diri.


Penulis: Siti Nahdiah

Editor: Najla Nur Kamilatul Qodri


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Aku Hanya Sibuk, atau Benar-Benar Bertumbuh di Sini? "

Posting Komentar