::: Simak berbagai info PK IPNU-IPPNU UIN Maliki melalui media sosial Facebook (pkpt ipnu ippnu uin malang), Instagram (@ipnuippnu_uin) :::: untuk mekanisme pengiriman berita ataupun artikel, akan diumumkan secepatnya"
Selamat Datang di Portal PK IPNU IPPNU UIN Malang
Belajar, Berjuang, Bertaqwa
Karena IPNU-IPPNU, maka aku ada
Pengukuhan Forum Koordinasi IPNU UIN Malang
Pengukuhan Forum Koordinasi IPPNU UIN Malang
Pimpinan Pusat IPNU Luncurkan Logo Harlah Ke-63

Ketika Organisasi Pelajar NU Bersaing dengan Konten 15 Detik


Ada yang berubah dari cara generasi hari ini memberi perhatian. Sebuah video singkat cukup 15 detik untuk membuat seseorang berhenti scroll, tertawa, lalu lanjut ke video berikutnya. Pola inilah yang kini menjadi standar baru dalam menilai apakah sesuatu layak diperhatikan atau tidak termasuk, tanpa disadari, organisasi seperti IPNU- IPPNU yang menuntut komitmen jangka panjang, bukan sekadar tontonan sesaat. Bagi pelajar dan mahasiswa yang tumbuh dengan algoritma media sosial, atensi menjadi barang yang mahal dan cepat berpindah. Sesuatu yang tidak langsung menarik dalam hitungan detik pertama cenderung dilewati.

Masalahnya, organisasi pelajar seperti IPNU-IPPNU tidak dirancang untuk logika semacam ini. Kaderisasi, rapat rutin, dan program kerja adalah proses yang berjalan lambat, membutuhkan kehadiran berulang, dan hasilnya sering kali baru terasa jauh di kemudian hari bukan instan seperti notifikasi like yang datang beberapa detik setelah unggahan. Ironisnya, IPNU-IPPNU sebenarnya tidak sedang bersaing dengan organisasi lain untuk merebut kader. Ia sedang bersaing dengan seluruh isi linimasa: konten hiburan, game, hingga komunitas daring yang menawarkan validasi instan tanpa perlu komitmen berkelanjutan. Ketika dibandingkan dengan itu semua, ajakan mengikuti rapat komisariat atau pelatihan kepemimpinan terasa berat dan lambat bukan karena kontennya tidak penting, melainkan karena formatnya tidak dirancang untuk ritme perhatian generasi yang terbiasa dengan kecepatan.

Bukan berarti solusinya adalah mengubah organisasi menjadi selayaknya hiburan digital. Nilai dan proses kaderisasi tetap punya alasan untuk berjalan sebagaimana adanya. Namun ada ruang yang bisa digarap: bagaimana pesan tentang pentingnya berorganisasi, tentang manfaat jangka panjang menjadi kader, dan tentang kebanggaan menjadi bagian dari IPNU-IPPNU bisa dikemas dalam format yang akrab dengan kebiasaan mereka sehari-hari tanpa mengubah esensi dari apa yang ditawarkan organisasi itu sendiri.

Tantangan sesungguhnya bukan membuat kaderisasi secepat video pendek, melainkan meyakinkan generasi yang terbiasa dengan kepuasan instan bahwa ada hal-hal yang justru bernilai karena prosesnya tidak instan. Loyalitas, pengalaman berorganisasi, dan jaringan yang dibangun bertahun-tahun adalah sesuatu yang tidak bisa didapat dari scroll 15 detik dan menyampaikan pesan ini secara meyakinkan adalah pekerjaan rumah bagi IPNU-IPPNU ke depan.

Penulis: Zilfiyatus Sholehah - PK IPPNU UIN Maulan Malik Ibrahim Malang

Editor: M. Luthfi Luqman Al Mustofa

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Ketika Organisasi Pelajar NU Bersaing dengan Konten 15 Detik "

Posting Komentar